Timnas Indonesia Menuju “King Of ASEAN”

13 12 2010

Sumber Gambar : http://www.lendez-infobola.blogspot.com/

Benarlah kiranya bahwa ada pendapat yang mengatakan bahwasanya sepakbola itu bersifat Universal. Universal disini maksudnya mungkin adalah bersifat umum dan menyeluruh tanpa pandang bulu, tanpa memandang laki-laki atau perempuan, miskin atau kaya, pejabat atau rakyat, kulit putih atau kulit hitam, tua atau muda, dll semuanya menyukai apa yang namanya Sepakbola.

Seiring dengan perkembangan sepakbola dunia yang begitu maju terutama di negara-negara eropa, amerika latin dan afrika, maka saatnyalah kemajuan sepakbola itu menuju ke kawasan ASIA. Pada saat ini khusus di Negara ASEAN (Asia Tenggara) sedang berlangsung Event Suzuki AFF 2010 Cup yang dilaksanakan 2 (dua) tahun sekali dimana Indonesia dan Vietnam bertindak sebagai Tuan Rumah Bersama. Dulu event ini bernama Piala Tiger yang digelar pertama kali pada Tahun 1996.

Melihat penampilan Timnas Indonesia pada setiap laga di babak penyisihan grup A beberapa hari yang lalu menimbulkan hasrat yang tinggi bagi saya pribadi untuk memberikan dukungan kepada Timnas kita ini. Sama-sama kita ketahui pada babak penyisihan yang lalu kita mampu mengganyang Malaysia denga skor 5-1, kemudian menggasak Laos dengan skor 6-0 tanpa balas dan terakhir melindas Thailand (musuh abadi di Asean) dengan skor 2-1. Saya sangat bangga sekali dengan timnas Indonesia sekarang ini.

Performa yang diperlihatkan punggawa-punggawa Timnas Indonesia sekarang sangat memberikan harapan kepada masyarakat Indonesia akan gelar juara AFF Cup 2010, ataupun ke jenjang yang lebih tinggi nantinya bisa menjuarai Piala ASIA dan Masuk dalam Putaran Final World Cup, dan saya kira kita harus mencapai itu.

Masuknya dua wajah baru di Timnas Indonesia (Irfan dan Gonzales) melalui proses Naturalisasi pemain cukup memberikan warna dan gairah baru di tubuh Timnas, sehingga dengan kehadiran dua orang ini menyebabkan permainan Indonesia menjadi hidup dan para pemain-pemain lokal pun mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Sebut saja Arif suyono, Oktovianus Maniani, M. Ridwan, Firman Utina, Ahmad Bustomi dan Bepe merupakan bintang-bintang lapangan kita pada ketiga laga penyisihan grup A yang lalu tanpa mengesampingkan peran dari pemain-pemain lain tentunya.

Berkat adanya pemain Naturalisasi ini permainan pemain lokal pun ikut terdongkrak naik, dukungan dari rakyat Indonesia meningkat, Jumlah penonton di Stadion selalu membuat trend positif begitu juga di kampung-kampung para ibu-ibu rumah tangga yang tak pernah membahas sepakbola pun sekarang mereka selalu bersemangat ketika mengetahui kalau Timnas Indonesia bertanding.

Akhirnya kita semua elemen masyarakat Indonesia mari sama-sama kita dukung Timnas Kita untuk dapat memenangi semua laga pertandingan di Ajang Suzuki AFF Cup 2010 ini untuk menjadi “King Of ASEN”. Harapan itu pasti ada harapan bukanlah tinggal harapan, bila melihat penampilan Timnas kita pada laga penyisihan yang lalu bukan tidak mungkin kita mampu untuk meraih gelar itu. Semoga Saja, amin.





Serial Number Avast 5 Free Antivirus

12 12 2010

Walaupun sifatnya Free Antivirus, tetapi kalian juga tetap harus melakukan register ke Avast! untuk mendapatkan lisensi selama 1 tahun, jika kalian tidak register maka kalian cuma bisa menikmati masa percobaan selama 3 bulan aja.

Jadi setelah proses instal kalian akan diminta untuk register data diri, termasuk mencantumkan email kalian, nanti serial number selama 1 tahun akan dikirimkan ke email kalian, dan kalian akan bisa menggunakan Avast! Free Antivirus selama 1 tahun, lumayan kan……

Nah, bagi kalian yang ga ingin bersusah2 untuk register, nih aku kasih serial number Avast! Free Antivirus 5, yang bisa kalian gunakan sampai tahun 2012 nanti

Avast free keys until 2012

W9482091R8800E1106-02UETZYJ
S9068709R0021S1121-15EZYNCT
c4545542R9974A0910-UDU29VS1
S9713856R6577M1005-228ZUEJ5
W4788886H8800M1106-L5H0BV7M
W1486050H8800P1106-5L4H9N8L
W7883294H8800N1106-8U4V6UUN
W7925331H8800P1106-59VPAY5P
W5478652H8800R1106-UYYJSFDC
W4192245H8800Z1106-N24UUA00
W3161709H8800V1106-536Z9USE
W6739010H8800Y1106-A3ELEMMN
W2008082H8800Z1106-2A37DC9L
W2066293H8800V1106-598T8ZH3
W6788479H8800P1106-ECECRY6K
W0610292H8800L1106-292R4RSD
W4310066H8800W1106-CVWX0D6H
W7591826H8800F1106-YYBY516U
W1781263R8800H1106-5821WZFK
W4654513R8800L1106-1YTJ63WS
W5864081R8800R1106-C4NWPUB0
W6517175R8800L1106-3U5ZPHYJ
W3862368R8800E1106-ZJJ6Z50K
W7637686R8800P1106-2HT97Z1H
W5864819R8800C1106-SYDRFRW1
W2598597R8800Z1106-KZLS68FL
W7108669R8800A1106-YKUVKXDJ
W6136554R8800D1106-MK4YZEMU
W0160930R8800X1106-RTU1VJFB
W4011140R8800F1106-HXRJ9PLJ
W6903663R8800F1106-KUBB23JJ
W9943211R8800U1106-S3574Y9A

(Sumber : http://thekriminal.blogspot.com)





FAKTOR PENYEBAB MUNCULNYA TUNTUTAN REFORMASI DAN JATUHNYA PEMERINTAHAN ORDE BARU

12 12 2010

Penyebab utama runtuhnya kekuasaan Orde Baru adalah adanya krisis moneter tahun 1997. Sejak tahun 1997 kondisi ekonomi Indonesia terus memburuk seiring dengan krisis keuangan yang melanda Asia. Keadaan terus memburuk. KKN semakin merajalela, sementara kemiskinan rakyat terus meningkat. Terjadinya ketimpangan sosial yang sangat mencolok menyebabkan munculnya kerusuhan sosial. Muncul demonstrasi yang digerakkan oleh mahasiswa. Tuntutan utama kaum demonstran adalah perbaikan ekonomi dan reformasi total.

Demonstrasi besar-besaran dilakukan di Jakarta pada tanggal 12 Mei 1998. Pada saat itu terjadi peristiwa Trisakti, yaitu me-ninggalnya empat mahasiswa Universitas Trisakti akibat bentrok dengan aparat keamanan. Empat mahasiswa tersebut adalah Elang Mulya Lesmana, Hery Hariyanto, Hendriawan, dan Hafidhin Royan. Keempat mahasiswa yang gugur tersebut kemudian diberi gelar sebagai “Pahlawan Reformasi”. Menanggapi aksi reformasi tersebut, Presiden Soeharto berjanji akan mereshuffle Kabinet Pembangunan VII menjadi Kabinet Reformasi. Selain itu juga akan membentuk Komite Reformasi yang bertugas menyelesaikan UU Pemilu, UU Kepartaian, UU Susduk MPR, DPR, dan DPRD, UU Antimonopoli, dan UU Antikorupsi. Dalam perkembangannya, Komite Reformasi belum bisa terbentuk karena 14 menteri menolak untuk diikutsertakan dalam Kabinet Reformasi. Adanya penolakan tersebut menyebabkan Presiden Soeharto mundur dari jabatannya.

Keberhasilan Pemerintahan Orde Baru dalam melaksanakan pembangunan ekonomi, harus diakui sebagai suatu prestasi besar bagi bangsa Indonesia. Di tambah dengan meningkatnya sarana dan prasarana fisik infrastruktur yang dapat dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun, keberhasilan ekonomi maupun infrastruktur Orde Baru kurang diimbangi dengan pembangunan mental (character building) para pelaksana pemerintahan (birokrat), aparat keamanan maupun pelaku ekonomi (pengusaha/ konglomerat). Kalimaksnya, pada pertengahan tahun 1997, korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang sudah menjadi budaya (bagi penguasa, aparat dan penguasa).

Beberapa Penyebab Munculnya Reformasi

Banyak hal yang mendorong timbulnya reformasi pada masa pemerintahan Orde Baru, terutama terletak pada ketidakadilan di bidang politik, ekonomi dan hukum. Tekad Orde Baru pada awal kemunculannya pada tahun 1966 adalah akan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Setelah Orde Baru memegang tumpuk kekuasaan dalam mengendalikan pemerintahan, muncul suatu keinginan untuk terus menerus mempertahankan kekuasaannya atau status quo. Hal ini menimbulkan akses-akses nagatif, yaitu semakin jauh dari tekad awal Orde Baru tersebut. Akhirnya penyelewengan dan penyimpangan dari nilai-nilai Pancasila dan ketentuan-ketentuan yang terdapat pada UUD 1945, banyak dilakukan oleh pemerintah Orde Baru. Berikut ini adalah beberapa hal yang menyebabkan timbulnya Reformasi.

1.    Krisis Politik

Demokrasi yang tidak dilaksanakan dengan semestinya akan menimbulkan permasalahan politik. Ada kesan kedaulatan rakyat berada di tangan sekelompok tertentu, bahkan lebih banyak di pegang oleh para penguasa. Dalam UUD 1945 Pasal 2 telah disebutkan bahwa “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR”. Pada dasarnya secara de jore (secara hukum) kedaulatan rakyat tersebut dilakukan oleh MPR sebagai wakil-wakil dari rakyat, tetapi secara de facto (dalam kenyataannya) anggota MPR sudah diatur dan direkayasa, sehingga sebagian besar anggota MPR itu diangkat berdasarkan ikatan kekeluargaan (nepotisme).

Keadaan seperti ini mengakibatkan munculnya rasa tidak percaya kepada institusi pemerintah, DPR, dan MPR. Ketidak percayaan itulah yang menimbulkan munculnya gerakan reformasi. Gerakan reformasi menuntut untuk dilakukan reformasi total di segala bidang, termasuk keanggotaan DPR dam MPR yang dipandang sarat dengan nuansa KKN.

Gerakan reformasi juga menuntut agar dilakukan pembaharuan terhadap lima paket undang-undang politik yang dianggap menjadi sumber ketidakadilan,                               di antaranya :

a.          UU No. 1 Tahun 1985 tentang Pemilihan Umum.

b.          UU No. 2 Tahun 1985 tentang Susunan, Kedudukan, Tugas dan Wewenang DPR/ MPR.

c.          UU No. 3 Tahun 1985 tentang Partai Politik dan Golongan Karya.

d.          UU No. 5 Tahun 1985 tentang Referendum.

e.          UU No. 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Massa.

Perkembangan ekonomi dan pembangunan nasional dianggap telah menimbulkan ketimpangan ekonomi yang lebih besar. Monopoli sumber ekonomi oleh kelompok tertentu, konglomerasi, tidak mempu menghapuskan kemiskinan pada sebagian besar masyarakat Indonesia. Kondisi dan situasi Politik di tanah air semakin memanas setelah terjadinya peristiwa kelabu pada tanggal 27 Juli 1996. Peristiwa ini muncul sebagai akibat terjadinya pertikaian di dalam internal Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Krisis politik sebagai faktor penyebab terjadinya gerakan reformasi itu, bukan hanya menyangkut masalah sekitar konflik PDI saja, tetapi masyarakat menuntut adanya reformasi baik didalam kehidupan masyarakat, maupun pemerintahan Indonesia. Di dalam kehidupan politik, masyarakat beranggapan bahwa tekanan pemerintah pada pihak oposisi sangat besar, terutama terlihat pada perlakuan keras terhadap setiap orang atau kelompok yang menentang atau memberikan kritik terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil atau dilakukan oleh pemerintah. Selain itu, masyarakat juga menuntut agar di tetapkan tentang pembatasan masa jabatan Presiden.

Terjadinya ketegangan politik menjelang pemilihan umum tahun 1997 telah memicu munculnya kerusuhan baru yaitu konflik antar agama dan etnik yang berbeda. Menjelang akhir kampanye pemilihan umum tahun 1997, meletus kerusuhan di Banjarmasin yang banyak memakan korban jiwa.

Pemilihan umum tahun 1997 ditandai dengan kemenangan Golkar secara mutlak. Golkar yang meraih kemenangan mutlak memberi dukungan terhadap pencalonan kembali Soeharto sebagai Presiden dalam Sidang Umum MPR tahun 1998 – 2003. Sedangkan di kalangan masyarakat yang dimotori oleh para mahasiswa berkembang arus yang sangat kuat untuk menolak kembali pencalonan Soeharto sebagai Presiden.

Dalam Sidang Umum MPR bulan Maret 1998 Soeharto terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia dan BJ. Habibie sebagai Wakil Presiden. Timbul tekanan pada kepemimpinan Presiden Soeharto yang datang dari para mahasiswa dan kalangan intelektual.

2.    Krisis Hukum

Pelaksanaan hukum pada masa pemerintahan Orde Baru terdapat banyak ketidakadilan. Sejak munculnya gerakan reformasi yang dimotori oleh kalangan mahasiswa, masalah hukum juga menjadi salah satu tuntutannya. Masyarakat menghendaki adanya reformasi di bidang hukum agar dapat mendudukkan masalah-masalah hukum pada kedudukan atau posisi yang sebenarnya.

3.    Krisis Ekonomi

Krisis moneter yang melanda Negara-negara di Asia Tenggara sejak bulan Juli 1996, juga mempengaruhi perkembangan perekonomian Indonesia. Ekonomi Indonesia ternyata belum mampu untuk menghadapi krisi global tersebut. Krisi ekonomi Indonesia berawal dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Ketika nilai tukar rupiah semakin melemah, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 0% dan berakibat pada iklim bisnis yang semakin bertambah lesu. Kondisi moneter Indonesia mengalami keterpurukan yaitu dengan dilikuidasainya sejumlah bank pada akhir tahun 1997. Sementara itu untuk membantu bank-bank yang bermasalah, pemerintah membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (KLBI). Ternyata udaha yang dilakukan pemerintah ini tidak dapat memberikan hasil, karena pinjaman bank-bank bermasalah tersebut semakin bertambah besar dan tidak dapat di kembalikan begitu saja.

Krisis moneter tidak hanya menimbulkan kesulitan keuangan Negara, tetapi juga telah menghancurkan keuangan nasional. Memasuki tahun anggaran 1998/1999, krisis moneter telah mempengaruhi aktivitas ekonomi yang lainnya. Kondisi perekonomian semakin memburuk, karena pada akhir tahun 1997 persedian sembilan bahan pokok sembako di pasaran mulai menipis. Hal ini menyebabkan harga-harga barang naik tidak terkendali. Kelaparan dan kekurangan makanan mulai melanda masyarakat. Untuk mengatasi kesulitan moneter, pemerintah meminta bantuan IMF. Namun, kucuran dana dari IMF yang sangat di harapkan oleh pemerintah belum terelisasi, walaupun pada 15 januari 1998 Indonesia telah menandatangani 50 butir kesepakatan (letter of intent atau Lol) dengan IMF.

Faktor lain yang menyebabkan krisis ekonomi yang melanda Indonesia tidak terlepas dari masalah utang luar negeri. Utang Luar Negeri Indonesia Utang luar negeri Indonesia menjadi salah satu faktor penyebab munculnya krisis ekonomi. Namun, utang luar negeri Indonesia tidak sepenuhnya merupakan utang Negara, tetapi sebagian lagi merupakan utang swasta. Utang yang menjadi tanggungan Negara hingga 6 februari 1998 mencapai 63,462 miliar dollar Amerika Serikat, utang pihak swasta mencapai 73,962 miliar dollar Amerika Serikat.

Akibat dari utang-utang tersebut maka kepercayaan luar negeri terhadap Indonesia semakin menipis. Keadaan seperti ini juga dipengaruhi oleh keadaan perbankan di Indonesia yang di anggap tidak sehat karena adanya kolusi dan korupsi serta tingginya kredit macet.

Penyimpangan Pasal 33 UUD 1945 Pemerintah Orde Baru mempunyai tujuan menjadikan Negara Republik Indonesia sebagai Negara industri, namun tidak mempertimbangkan kondisi riil di masyarakat. Masyarakat Indonesia merupakan sebuah masyarakat agrasis dan tingkat pendidikan yang masih rendah.

Sementara itu, pengaturan perekonomian pada masa pemerintahan Orde Baru sudah jauh menyimpang dari sistem perekonomian Pancasila. Dalam Pasal 33 UUD 1945 tercantum bahwa dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Sebaliknya, sistem ekonomi yang berkembang pada masa pemerintahan Orde Baru adalah sistem ekonomi kapitalis yang dikuasai oleh para konglomerat dengan berbagai bentuk monopoli, oligopoly, dan diwarnai dengan korupsi dan kolusi.

Pola Pemerintahan Sentralistis Sistem pemerintahan yang dilaksanakan oleh pemerintah Orde Baru bersifat sentralistis. Di dalam pelaksanaan pola pemerintahan sentralistis ini semua bidang kehidupan berbangsa dan bernegara diatur secara sentral dari pusat pemerintah yakni di Jakarta.

Pelaksanaan politik sentralisasi yang sangat menyolok terlihat pada bidang ekonomi. Ini terlihat dari sebagian besar kekayaan dari daerah-daerah diangkut ke pusat. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan pemerintah dan rakyat di daerah terhadap pemerintah pusat. Politik sentralisasi ini juga dapat dilihat dari pola pemberitaan pers yang bersifat Jakarta-sentris, karena pemberitaan yang berasala dari Jakarta selalu menjadi berita utama. Namun peristiwa yang terjadi di daerah yang kurang kaitannya dengan kepentingan pusat biasanya kalah bersaing dengan berita-barita yang terjadi di Jakarta dalam merebut ruang, halaman, walaupun yang memberitakan itu pers daerah.

4.    Krisis Kepercayaan

Demontrasi di lakukan oleh para mahasiswa bertambah gencar setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM dan ongkos angkutan pada tanggal 4 Mei 1998. Puncak aksi para mahasiswa terjadi tanggal 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti Jakarta. Aksi mahasiswa yang semula damai itu berubah menjadi aksi kekerasan setelah tertembaknya empat orang mahasiswa Trisakti yaitu Elang Mulia Lesmana, Heri Hartanto, Hendriawan Lesmana, dan Hafidhin Royan.

Tragedi Trisakti itu telah mendorong munculnya solidaritas dari kalangan kampus dan masyarakat yang menantang kebijakan pemerintahan yang dipandang tidak demokratis dan tidak merakyat.

Soeharto kembali ke Indonesia, namun tuntutan dari masyarakat agar Presiden Soeharto mengundurkan diri semakin banyak disampaikan. Rencana kunjungan mahasiswa ke Gedung DPR / MPR untuk melakukan dialog dengan para pimpinan DPR/MPR akhirnya berubah menjadi mimbar bebas dan mereka memilih untuk tetap tinggal di gedung wakil rakyat tersebut sebelum tuntutan reformasi total di penuhinya. Tekanan-tekanan para mahasiswa lewat demontrasinya agar presiden Soeharto mengundurkan diri akhirnya mendapat tanggapan dari Harmoko sebagai pimpinan DPR/MPR. Maka pada tanggal 18 Mei 1998 pimpinan DPR/MPR mengeluarkan pernyataan agar Presiden Soeharto mengundurkan diri.

Presiden Soeharto mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat di Jakarta. Kemudian Presiden mengumumkan tentang pembentukan Dewan Reformasi, melakukan perubahan kabinet, segera melakukan Pemilihan Umum dan tidak bersedia dicalonkan kembali sebagai Presiden.

Dalam perkembangannya, upaya pembentukan Dewan Reformasi dan perubahan kabinet tidak dapat dilakukan. Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto menyatakan mengundurkan diri/berhenti sebagai Presiden Republik Indonesia dan menyerahkan Jabatan Presiden kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, B.J. Habibie dan langsung diambil sumpahnya oleh Mahkamah Agung sebagai Presiden Republik Indonesia yang baru di Istana Negara.

(dikutip dan diolah dari berbagai sumber untuk berbagi)





PENGERTIAN MANAJEMEN MENURUT PARA AHLI

12 12 2010


1. Menurut Horold Koontz dan Cyril O’donnel

Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.

2. Menurut R. Terry :

Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.

3. Menurut James A.F. Stoner :

Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunakan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi tang telah ditetapkan.

4. Menurut Lawrence A. Appley :

Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.

5. Menurut Drs. Oey Liang Lee :

Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

6. Menurut Fayol :

Fungsi-fungsi untuk merencanakan, mengorganisir, memimpin dan mengendalikan sesuatu.

7. Menurut James A.F. Stoner :

Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

8. Menurut Mary Parker Follet :

Manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.

(Diolah dari berbagai sumber semoga bermafaat)





SOSIALISASI PERMENDAGRI NOMOR 54 TAHUN 2009 TENTANG TATA NASKAH DINAS DI KABUPATEN ROKAN HULU

27 05 2010

ULONK Update Rohul, Permendagri Nomor 54 Tahun 2009 tentang Tata Naskah Dinas dilingkungan Pemerintah Daerah merupakan perubahan dan penyempurnaan Peraturan Menteri Dalam Negeri sebelumnya yaitu Permendagri Nomor 03 Tahun 2005 tentang Pedoman Tata Naskah Dinas dilingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota yang dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan saat ini sehingga perlu diganti.

Sosialisasi Permendagri Nomor 54 Tahun 2009 ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari dimulai pada hari Selasa tanggal 25 Mei 2010 s/d Rabu tanggal 26 Mei 2010 yang dilaksanakan di Hotel Gelora Bhakti Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu. Acara ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hulu Drs. H. Mewahiddin, MM. Dalam sambutannya pak Sekda mengharapkan kepada seluruh peserta sosialisasi agar dapat mengikuti acara sosialisasi ini dengan serius sehingga diharapkan nantinya Permendagri Nomor 54 Tahun 2009 ini dapat diaplikasikan di Satuan Kerja masing-masing dengan sebaik-baiknya.

Para peserta sosialisasi ini adalah meliputi Pejabat eselon III (Sekretaris Dinas), Pejabat Eselon IV (Kasubag Umum) seluruh Satker yang berada dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hulu dan para staf yang membidangi bagian umum. Lebih lanjut pak Sekda mengatakan dalam sambutannya bahwa perihal tata naskah dinas ini janganlah dianggap sepele namun harus ditanggapi dengan serius karena baik buruknya suatu satker dapat dilihat dari tata naskah dinas yang dikeluarkan oleh satker tersebut. Untuk itulah pak Sekda mengharapkan agar acara sosialisasi ini benar-benar diikuti dengan sebaik-baiknya oleh para peserta.

Sosialisasi ini ditaja oleh Bagian Hukum dan Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Rokan Hulu dengan nara sumber dari Kementerian Dalam Negeri dan Biro Hukum, Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Provinsi Riau. Adapun tujuan diadakannya Sosialisasi ini adalah agar segenap aparatur daerah dapat mengaplikasikan Permendagri Nomor 54 Tahun 2009 ini dengan sebaik-baiknya dan memberikan acuan umum sistim pengelolaan tata naskah dinas dilingkungan Pemerintah Daerah.

Peserta yang mengikuti sosialisasi ini sangat antusias sekali baik dalam mendengarkan pemaparan para nara sumber, maupun dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Diharapkan dengan antusiasme yang tinggi ini dapat menghasilkan pemahaman yang maksimal terhadap isi dan kandungan Permendagri Nomor 54 Tahun 2009 ini sehinga dapat diaplikasikan dalam proses administrasi perkantoran sehari-hari di Satuan Kerja masing-masing peserta.





CARA MENCETAK DESAIN UKURAN BESAR DENGAN PRINTER BIASA

26 05 2010

Hai para blogger sekalian, salam kenal …

Pada postingan ini saya akan mengungkapkan sebuah trik yang terbilang biasa, namun cukup memusingkan ketika saya melakukannya yaitu “bagaimana cara mencetak ukuran desain yang besar (mis: 1 meter x 1,2 meter) dengan menggunakan printer biasa”.

Bagi para desainer tentu saja hal ini adalah masalah kecil, karena biasanya para desainer sudah menggunakan printer / plotter dengan ukuran besar seperti untuk pembuatan spanduk, baliho dan lain-lain. Namun akan sangat sulit bagi kita pemula ataupun yang biasa bekerja dengan printer biasa.

Hal ini telah saya alami ketika saya diberikan tugas oleh atasan untuk membuat sebuah logo dengan ukuran 120 cm x 140 cm. Pada desain awal dengan ukuran kertas A4 logo tersebut sudah saya selesaikan, namun timbul masalah yaitu gimana mencetaknya dengan ukuran sebesar 120 cm x 140 cm tersebut diatas.

Ada beberapa cara yang coba saya lakukan, pertama saya gunakan office word ternyata sulit, begitu juga dengan office excell, kemudian saya coba lagi corell draw 11 namun juga tidak bisa, lalu …? nah disinilah pembahsannya.

Untuk dapat melakukan hal tersebut diatas anda harus dapat menggunakan software Adobe fhotoshop (penulis menggunakan Adobe fhotoshop CS). Caranya cukup mudah yaitu setelah desainnya selesai, ikuti langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Pastikan anda masih berada pada layer aktif yang sudah sesuai dengan ukuran asli desain, yaitu dengan memakai Croop Tool.
  2. Kemudian pada menu File click Print with Preview.
  3. Pada Dialog box Print Uncheck (disable-kan) Centre Image pada pengaturan Position.
  4. Kemudian atur Top = 0 cm dan Left = 0 cm untuk halaman pertama yang akan dicetak.
  5. Untuk halaman kedua atur Top = 0 cm dan Left = -20 cm (atau sesuaikan dengan lebar kertas yang anda gunakan) perhatikan tanda minus/negative sebelum penulisan angka.
  6. Lanjutkan langkah 5 dengan mengatur Left-nya saja sebesar kelipatan pada halaman pertama (Left = -40 cm pada contoh ini).
  7. Lanjutkan langkah 6 diatas sampai pada batas desain yang akan dicetak, hal tsb tergantung dari berapa lebar desain yang anda buat.
  8. Setelah baris pertama selesai dicetak lanjutkan pada baris selanjutnya dengan mengatur Top = -32 cm dan Left = 0 cm, lembar berikutnya Top = -32 dan Left = -20 cm dst …
  9. Ulangi langkah 8 tsb sampai seluruh area desain selesai dicetak.

Setelah semua desain selesai dicetak, maka kita tinggal menyatukan lembaran-lembaran hasil cetakan tersebut menjadi satu memakai slasi ban bening biasa kemudian kita tinggal membuat master pada kertas karton atau media lain yang kita gunakan.

Demikian tips ini saya berikan semoga kawan-kawan dapat terbantu dan silakan dicoba terlebih dahulu karena saya juga dapat cara tersebut dari hasil coba-coba. Printer yang penulis pakai adalah Printer HP Laserjet P1006.
Semoga bermanfaat.





“KAOS MERAH” vs “BARET HIJAU”

19 05 2010

Kaos Merah bukanlah sembarang kaos, tetapi kaos merah yang dimaksud ulonk disini adalah perkumpulan massa yang menentang Pemerintah berkuasa di Negara Thailand. Perkumpulan kaos merah melakukan aksi demonstrasi besar-besaran sejak kamis minggu lalu (13/05) dan sampai saat ini aksi demo masih terus berlangsung, bahkan kabarnya telah memakan korban tewas sebanyak 41 orang sampai dengan saat ini (berita ini ditulis).

Baret Hijau adalah julukan bagi tentara yang identik dengan warna hijau karena pada umumnya para tentara selalu memakai seragam dan baret warna hijau pula. Nah di Negara Thailand pada saat ini situasi politik khususnya di kota Bangkok sangat mencekam sekali. Massa kaos merah melakukan aksi demo untuk menentang pemerintah yang dipimpin Perdana Menteri Abhisit. Sementara itu Pemerintah Thailand membalas aksi demonstrasi tersebut dengan mengerahkan aksi militerisme.

Pemerintah seharusnya melindungi rakyat, menjamin kelangsungan hidup rakyat ataupun memberikan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat bagi rakyat, tetapi yang terjadi saat ini di Thailand malah sebaliknya rakyat diburu dan ditembaki oleh tentara layaknya seperti pemberontak. Memang demo yang berlangsung selama beberapa hari ini tidaklah seperti demo biasanya seperti yang terjadi di Negara kita, namun telah berubah seperti medan perang layaknya Israel vs Rakyat Palestina, namun sekali lagi bahwa rakyat adalah rakyat dan rakyat berhak memberikan pendapat dan suara demi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara karena tanpa rakyat pemerintahan tidak akan ada.

Pemerintah Thailand sepertinya menganggap bahwa massa kaos merah ini adalah musuh ataupun pemberontak yang harus ditumpas, terbukti dengan pengerahan kekuatan militer untuk menghalau maupun membubarkan aksi ini. Kekuatan militer yang dikerahkan sampai dengan menurunkan Tank-tank lapis baja untuk menembaki para demonstran. Ironis memang, para demonstran massa kaos merah ini hanyalah rakyat biasa yang tidak memiliki senjata untuk melawan namun yang mereka hadapi adalah para tentara bersenjata lengkap yang didukung oleh tank-tank lapis baja.

Mengerikan sekali..,! begitulah kira-kira situasi yang terjadi didaerah konflik kedua kubu. Militer Thailand menembaki massa dengan membabi buta samapai-sampai seorang wartawan asal Italy terkena tembakan dan akhirnya tewas seketika. Ulonk hanya iba dan kasihan melihat kondisi para demonstran tersebut, karena pada dasarnya mereka hanyalah rakyat biasa yang merupakan bagian dari negara dan bukan musuh, namun militer Thailand tetap memburu mereka dan berita yang ulonk dapat dari media massa bahwasanya aksi militer akan mengepun pusat-pusat kamp massa kaos merah.

Pada akhirnya kita hanya bisa berharap bahwa aksi ini secepatnya selesai dan tidak menjadi konflik panjang hingga perang saudara nantinya, dan tentunya kita juga berharap bahwa pemerintah Thailand dengan berbesar hati membuat keputusan dan langkah-langkah yang tepat untuk mengakhiri konflik ini.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.