SOSIALISASI PERMENDAGRI NOMOR 54 TAHUN 2009 TENTANG TATA NASKAH DINAS DI KABUPATEN ROKAN HULU

27 05 2010

ULONK Update Rohul, Permendagri Nomor 54 Tahun 2009 tentang Tata Naskah Dinas dilingkungan Pemerintah Daerah merupakan perubahan dan penyempurnaan Peraturan Menteri Dalam Negeri sebelumnya yaitu Permendagri Nomor 03 Tahun 2005 tentang Pedoman Tata Naskah Dinas dilingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota yang dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan saat ini sehingga perlu diganti.

Sosialisasi Permendagri Nomor 54 Tahun 2009 ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari dimulai pada hari Selasa tanggal 25 Mei 2010 s/d Rabu tanggal 26 Mei 2010 yang dilaksanakan di Hotel Gelora Bhakti Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu. Acara ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hulu Drs. H. Mewahiddin, MM. Dalam sambutannya pak Sekda mengharapkan kepada seluruh peserta sosialisasi agar dapat mengikuti acara sosialisasi ini dengan serius sehingga diharapkan nantinya Permendagri Nomor 54 Tahun 2009 ini dapat diaplikasikan di Satuan Kerja masing-masing dengan sebaik-baiknya.

Para peserta sosialisasi ini adalah meliputi Pejabat eselon III (Sekretaris Dinas), Pejabat Eselon IV (Kasubag Umum) seluruh Satker yang berada dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hulu dan para staf yang membidangi bagian umum. Lebih lanjut pak Sekda mengatakan dalam sambutannya bahwa perihal tata naskah dinas ini janganlah dianggap sepele namun harus ditanggapi dengan serius karena baik buruknya suatu satker dapat dilihat dari tata naskah dinas yang dikeluarkan oleh satker tersebut. Untuk itulah pak Sekda mengharapkan agar acara sosialisasi ini benar-benar diikuti dengan sebaik-baiknya oleh para peserta.

Sosialisasi ini ditaja oleh Bagian Hukum dan Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Rokan Hulu dengan nara sumber dari Kementerian Dalam Negeri dan Biro Hukum, Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Provinsi Riau. Adapun tujuan diadakannya Sosialisasi ini adalah agar segenap aparatur daerah dapat mengaplikasikan Permendagri Nomor 54 Tahun 2009 ini dengan sebaik-baiknya dan memberikan acuan umum sistim pengelolaan tata naskah dinas dilingkungan Pemerintah Daerah.

Peserta yang mengikuti sosialisasi ini sangat antusias sekali baik dalam mendengarkan pemaparan para nara sumber, maupun dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Diharapkan dengan antusiasme yang tinggi ini dapat menghasilkan pemahaman yang maksimal terhadap isi dan kandungan Permendagri Nomor 54 Tahun 2009 ini sehinga dapat diaplikasikan dalam proses administrasi perkantoran sehari-hari di Satuan Kerja masing-masing peserta.

Iklan




“KAOS MERAH” vs “BARET HIJAU”

19 05 2010

Kaos Merah bukanlah sembarang kaos, tetapi kaos merah yang dimaksud ulonk disini adalah perkumpulan massa yang menentang Pemerintah berkuasa di Negara Thailand. Perkumpulan kaos merah melakukan aksi demonstrasi besar-besaran sejak kamis minggu lalu (13/05) dan sampai saat ini aksi demo masih terus berlangsung, bahkan kabarnya telah memakan korban tewas sebanyak 41 orang sampai dengan saat ini (berita ini ditulis).

Baret Hijau adalah julukan bagi tentara yang identik dengan warna hijau karena pada umumnya para tentara selalu memakai seragam dan baret warna hijau pula. Nah di Negara Thailand pada saat ini situasi politik khususnya di kota Bangkok sangat mencekam sekali. Massa kaos merah melakukan aksi demo untuk menentang pemerintah yang dipimpin Perdana Menteri Abhisit. Sementara itu Pemerintah Thailand membalas aksi demonstrasi tersebut dengan mengerahkan aksi militerisme.

Pemerintah seharusnya melindungi rakyat, menjamin kelangsungan hidup rakyat ataupun memberikan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat bagi rakyat, tetapi yang terjadi saat ini di Thailand malah sebaliknya rakyat diburu dan ditembaki oleh tentara layaknya seperti pemberontak. Memang demo yang berlangsung selama beberapa hari ini tidaklah seperti demo biasanya seperti yang terjadi di Negara kita, namun telah berubah seperti medan perang layaknya Israel vs Rakyat Palestina, namun sekali lagi bahwa rakyat adalah rakyat dan rakyat berhak memberikan pendapat dan suara demi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara karena tanpa rakyat pemerintahan tidak akan ada.

Pemerintah Thailand sepertinya menganggap bahwa massa kaos merah ini adalah musuh ataupun pemberontak yang harus ditumpas, terbukti dengan pengerahan kekuatan militer untuk menghalau maupun membubarkan aksi ini. Kekuatan militer yang dikerahkan sampai dengan menurunkan Tank-tank lapis baja untuk menembaki para demonstran. Ironis memang, para demonstran massa kaos merah ini hanyalah rakyat biasa yang tidak memiliki senjata untuk melawan namun yang mereka hadapi adalah para tentara bersenjata lengkap yang didukung oleh tank-tank lapis baja.

Mengerikan sekali..,! begitulah kira-kira situasi yang terjadi didaerah konflik kedua kubu. Militer Thailand menembaki massa dengan membabi buta samapai-sampai seorang wartawan asal Italy terkena tembakan dan akhirnya tewas seketika. Ulonk hanya iba dan kasihan melihat kondisi para demonstran tersebut, karena pada dasarnya mereka hanyalah rakyat biasa yang merupakan bagian dari negara dan bukan musuh, namun militer Thailand tetap memburu mereka dan berita yang ulonk dapat dari media massa bahwasanya aksi militer akan mengepun pusat-pusat kamp massa kaos merah.

Pada akhirnya kita hanya bisa berharap bahwa aksi ini secepatnya selesai dan tidak menjadi konflik panjang hingga perang saudara nantinya, dan tentunya kita juga berharap bahwa pemerintah Thailand dengan berbesar hati membuat keputusan dan langkah-langkah yang tepat untuk mengakhiri konflik ini.